Mengembalikan Jati Diri Bangsa Indonesia

By admin | Sep 17, 2009

Mengembalikan jati diri bangsa merupakan salah satu cara untuk mengembalikan kekuatan maupun jati diri yang pernah dimiliki oleh bangsa Indonesia. Untuk mengembalikan jati diri bangsa, banyak cara atau langkah konkrit yang harus dilakukan seperti :

  1. Menghindari narkoba, karena narkoba bisa merusak generasi bangsa.

  2. Memberantas korupsi, dengan memberantas korupsi sampai keakar-akarnya berarti kekayaan negara banyak terselamatkan.

  3. nurdin m top Mengembalikan Jati Diri Bangsa IndonesiaMenumpas terorisme, dengan mengakhiri aksi teror bom dan menumpas terorisme yang merupakan tanggung jawab kita bersama, karena terorisme adalah musuh kita bersama.

  4. Mencintai produk dalam negeri, dengan mencintai produk dalam negeri dapat meningkatkan, menumbuhkembangkan kebanggaan, kepercayaan serta kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri.

  5. Melestarikan budaya bangsa, kita wajib untuk melestarikan dan melindungi budaya asli Indonesia, agar tidak diklaim oleh negara lain. Karena sudah banyak produk budaya Indonesia yang diklaim oleh Malaysia, diantaranya adalah :

    • Lagu “Terang Bulan”.

    • Gamelan dari Jawa. Diklaim dan eksploitasi komersial.

    • Lagu “Injit-injit Semut” dari Jambi.

    • Badik Tumbuk Lada dari Riau, Deli dan Siak.

    • Batik parang dari Yogyakarta.

    • Alat musik Angklung dari Jawa Barat.

    • Wayang kulit dari Jawa. Wayang kulit ini telah dikukuhkan UNESCO sebagai kesenian dunia berasal dari budaya Indonesia pada tahun 2003. Dipentaskan dalam berbagai acara sebagai kesenian Malaysia.

    • Rendang, makanan khas dari Sumatera Barat.

    • Naskah kuno dari Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat dan Riau. Dibawa ke Malaysia lalu dibuat versi online.

    • Lagu “Rasa Sayange” dari Maluku.

    • Lagu “Soleram” dari Riau.

    • Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat. Ditampilkan tim kesenian Malaysia pada acara Asia Festival bulan Oktober 2007.

    • Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur.

    • Lagu “Jali-jali” dari Jakarta. Diklaim sebagai lagu asli dari Langkawi.

    • Reog Ponorogo dari Jawa Timur. Reog Ponorogo telah didaftarkan hak patennya sebagai kesenian asli Ponorogo ke Departemen Hukum dan HAM pada tahun 2004. Diklaim dan eksploitasi komersial.

    • Kain Ulos dari Sumatera Utara.

    • Keris dari Jawa. Keris telah dikukuhkan oleh UNESCO sebagai kesenian dunia berasal dari budaya Indonesia pada tahu 2005.

    • Tari piring dari Sumatera Barat.

    • Lagu “Kakak Tua” dari Maluku. Diklaim dan eksploitasi komersial.

    • Lagu “Anak Kambing Saya” dari Nusa Tenggara.

    • Tenun ikat Sambas dari Kalimantan Barat. Produk tenun ikat Sambas yang dibeli di Kalimantan Barat dijual di Malaysia dengan label made ini Malaysia.

    • tari pendet Mengembalikan Jati Diri Bangsa IndonesiaTari Pendet dari Bali. Ditampilkan dalam iklan pariwisata Malaysia.

Nah, semuanya itu merupakan bukti nyata, bahwa produk budaya Indonesia yang telah diklaim oleh Malaysia.

Untuk itu mari kita menggunakan dan mencintai produk Indonesia, serta melestarikan dan melindungi budaya asli Indonesia. Karena semuanya itu untuk Mengembalikan jati diri bangsa.

Related posts:

  1. Mengembalikan Jati Diri Bangsa dengan Cinta Produk Indonesia Mengembalikan jati diri bangsa dapat ditempuh dengan berbagai cara, antara...
  2. Jadwal Kontes SEO Mengembalikan Jati Diri Bangsa Diundur Seperti telah kita ketahui bersama bahwa kontes SEO Mengembalikan Jati...
  3. Kontes SEO Astaga.com Berhadiah Rp 30 Juta Lebih Kabar gembira buat pencinta kontes SEO, karena di akhir tahun...
  4. Support Kontes SEO bisnis syariah online produk herbal PT.Exer Indonesia rekomendasi MUI Kontes SEO bisnis syariah online produk herbal PT.Exer Indonesia rekomendasi...
  5. Bloggermedia dapat Page Rank dari Google Blogger Media adalah sebuah blog yang tercipta dari hasil jerih...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

13 Comments so far
  1. sawali tuhusetya September 18, 2009 4:07 am

    dalam rangka mengembalikan jati diri bangsa, perkenankan saya mengucapkan selamat idul fitri, mohon maaf lahir dan batin.
    sawali tuhusetya´s last blog ..Bima Suci: Guru yang Ternistakan My ComLuv Profile

  2. Pancallok September 27, 2009 12:47 pm

    makasih banyak kang dah mampir d blogku, salam kenal yak…
    nak mana nih, aku Panca dr Makassar…

    Klo berkenan mohon dukungannya yak
    Pancallok´s last blog ..Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang Dengan Jurus Termehek-Mehek My ComLuv Profile

  3. antonfkip September 27, 2009 1:33 pm

    iya sob ayo semangat…salam kenal sob…..terus berjuang dan pantang menyerah sob…
    antonfkip´s last blog ..Cara Keluar Dari Sandbox My ComLuv Profile

  4. deden September 30, 2009 10:54 pm

    Semoga sukses mengembalikan jati diri bangsa kawan
    deden´s last blog ..Kualitas Koneksi IM3 My ComLuv Profile

  5. mapuc October 2, 2009 6:23 pm

    sukses trs bro, thanks visitnya lam knl,,,
    mapuc´s last blog ..Bisnis Pulsa Yang Menggiurkan My ComLuv Profile

  6. shandyisme October 2, 2009 9:34 pm

    Sukses yaa sama perjuangannya mengembalikan jati diri bangsa..

    kunjungan balik nih, maap ya baru sempet blogwalking kesini, salam kenal yaa..

  7. Blogger Media October 5, 2009 4:00 pm

    @ sawali tuhusetya : sama-sama mas.
    @ pancallok : salam kenal juga
    @ antonflip : makasih telah berkunjung balik.
    @ deden : makasih mas.
    @ mapuc : makasih mas.
    @ shandyisme : selamat berjuang juga.
    Blogger Media´s last blog ..Mengembalikan Jati Diri Bangsa Indonesia My ComLuv Profile

  8. deden October 13, 2009 1:38 am

    Sukses selalu kawan…
    deden´s last blog ..Perfect Money Saingan Paypal? My ComLuv Profile

  9. Mengembalikan jati diri bangsa October 13, 2009 1:38 am

    Mari kita bersama Mengembalikan jati diri bangsa
    Semoga berhasil sob
    Mengembalikan jati diri bangsa´s last blog ..Tak Mampu Kembalikan Jati Diri Bangsa My ComLuv Profile

  10. Blogger Media October 13, 2009 2:51 pm

    @ deden : makasih sobat
    @ Mengembalikan Jati Diri Bangsa : makasih sobat
    Blogger Media´s last blog ..Bisnis Pulsa GSP My ComLuv Profile

  11. Jati Diri Bangsa October 17, 2009 9:57 am

    Indonesia sebagai negara kepulauan diberi karunia berupa keanekaragaman suku bangsa, bahasa, adat istiadat dan budaya. Oleh karena itu, telah menjadi kewajiban kita sebagai rakyatnya untuk terus menjaga nilai-nilai kebudayaan yang dimiliki. Saat ini banyak kita lihat nilai-nilai budaya tersebut telah luntur oleh perubahan jaman dan teknologi. Mari kita kembalikan jati diri bangsa negara kita tercinta dengan ucapan dan perbuatan yang mendukung gerakan tersebut.
    Jati Diri Bangsa´s last blog ..Industri Kecil Menengah (IKM) Fair 2009 My ComLuv Profile

  12. Blogger Media October 23, 2009 1:56 pm

    @ Jati Diri Bangsa : Sangat setuju, dan mari kita bersatu untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa
    Blogger Media´s last blog ..Kerja Keras Adalah Energi Kita My ComLuv Profile

  13. wira December 9, 2009 12:28 pm

    I am an Indonesian living in Malaysia. I am not here to start ruckus or whatever. I love Indonesia and it is not my intention to defend Malaysia. however what is right must be put forward. I’ve familiarized myself with both country since I’ve lived in both so I am quite realize how the issue is handled between both country.

    We, Indonesian often condemn Malaysia because Nordin Mat top is a Malaysian but little we try to realize that his religious teacher who influence him conducting terrorism is Indonesian who open up sekolah pondok in Malaysia.

    Then talking about Batik, Malaysian Batik is completely different from Indonesian Batik, Both have different aesthetic value and to me who has been familiarized with both Indonesian and Malaysian Batik can easily tell them apart. “oh this one is Batik Indonesia” that one is Batik Malaysia. I’ve lived in both country so I know.

    About Terang Bulan, do you guys know that the music actually came way before Indonesia which is from Hawaii folk song? If we claim that Malaysia steal our music, does it mean we steal Hawaii’s music? I rather think that since the world is connected by globalisation, this sort of thing is actually unconciously being transferred and amalgamated into a culture that the mix of it might form another culture in a different way. That’s why I won’t call Indonesian a stealer nor Malaysian a stealer.

    for Keris, maybe history shows it that it comes much earlia from Indonesia but don’t forget that t has been widely used also in Malaysia from long time before, which has dated hundred years back, maybe not as long as Indonesia. but as my previous point – it’s inivetable that some values are transferred and because it’s so very very widely used it has been glued and amalgamated to the Malay culture. To me Keris is something that both country, Indonesia and Malaysia can familiarize to because they are widely accepted to be their own. not because one party want to steal but because eversince long the granpa grandma, etc has been using it as tradition.

    about sipadan ligitan don’t we go to the international court for decision? both country use lawyer to defend their claim and their luck that decision comes to them. do you know about the island conflict between singapore and malaysia over pulau batu putih? the pulau has been under malaysia sovereignty for very long time but in the end the court decided that it belongs to singapue. the malaysia are frustrated of course. but since both have agreed to bring the issue to international court of justice and the court has give the decision after hearing both argument, they accepted. just like the sipadan ligitan case both country has agreed to be bound by the court so they bring to the court. but why is when we lose the proceeding we create ruckus? I don’t see such ruckus happening between Singapore and Malaysia. with claim that singapore is a stealer or whatsoever. mostly if they voice the frustration they talk academically looking at the case, and court’s reasoning. but have we read the case and read about it? I’ve read it and there are part I accept and parts that I don’t but at least I make attempt to understand the case not listen to propaganda brought by media and start condemning others without ground

    I don’t really know about other claim. but about tari pendet etc there are something in above list that I asked to my Malaysian friends whether they know about it, but mostly don’t know what is Tarian Pendet until the recent conflict of culture claiming by Indonesian media surfaced.

    I’ve watched the video by national geographic (which is done by the national geographic crew themselves there is no involvement by Malaysian government). and about the tari pendet said to be claimed by Malaysian in other video it is from the wayang kulit, Malaysian used to perform few dances they claim to be Malaysian and I never see them performing tarian pendet. the tarian pendet in the video is from wayang kulit. about the claim of wayang kulit I can’t talk much since I don’t know.

    basically I see all this in terms of , this must be because lots of same values, it is just differences of county and borders, that some values are transferred and amalgamated into other culture though it is not rightly same (example being we call them both batik but we can see that indonesia and malaysian batik are very very very different in style and aesthetic value).

    I support the campaign of jati diri bangsa, we have to be more strong and show the world our culture but at the same time I don’t support the campaign to be added with condemnation to Malaysia since most are because solely on emotion but not open to see the reality of things. we are too engrossed with media who sparks out this issue without fairness.

    we should be strong so the world will see that not only the batik keris etc thing are exclusive to malaysia only but their use and history are prevalent in our country too. that should be our goal. not downright condemning. we should improve our jati diri and to me condemning others without considering the reality and being victim of controversial media is not good for our jatidiri. we must wok hard and improve ourself. that’s what I want to see. sometimes I see my own people who shout and scream and condemn people, burn things, because of anger, but that’s all they are doing, they do nothing to improve themselve. let’s change to the better and improve ourself and do do such reckless thing anymore.

    mengembalikan jati diri bangsa! with the right move.
    I’ll definitely support that, with the right move.

    please approve this comment. let us discuss how to have our jati diri with fairness and justice

Leave a Comment

If you would like to make a comment, please fill out the form below.

Name (required)

Email (required)

Website

Comments

CommentLuv Enabled

Spam Protection by WP-SpamFree

© 2009 Blogger Media, - WordPress Themes by DBT - Support : increase your traffic with klikrar | Efek Blogging Terhadap Motivasi Diri | Festival Museum Nusantara